DIPUNCAK PRESTASI : MENERIMA PENGHARGAAN SEBAGAI GAPOKTAN BERPRESTASI TINGKAT NASIONAL 2013

Gambar

Gapoktan Rukun Santoso lahir pada tanggal 28 MEI 2007 dan baru dikukuhkan pada tanggal 11 Nofember 2010. Berbadan hukun nomor: 64 / 13.01.84 / c / 2013 dengan susunan pengurus sebagai berikut, Ketua IMAM SUNARDI GHOZALI, Sekretaris SLAMET SUSANTO, dan Bendahara MOHAMAD ROMLI. Adapun Sekretariat Gapoktan beralamat di Jalan Kusuma Dusun Krajan, Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Anggota berjumlah 9 (sembilan) kelompok tani dengan jumlah anggota sebanyak 360 orang yang mengelola lahan pertanian.

TETANG DESA KAJARHARJO

Desa Kajarharjo berada diketinggian 423 m dpl, memiliki potensi yang luar biasa dengan hitungan total luas lahan pertanian produktif berupa sawah seluas 350 ha, tegal 147 ha, pekarangan 36 ha, lain-lain dan hutan 1395 ha.  Jika hasil panenan sawah  diasumsikan rata-rata produksi 6 ton/ha  akan menghasilkan gabah kering sawah sebanyak 2100 ton atau setara dengan 1550 ton beras (rendemen 55%). Jika konsumsi beras per orang 0,25kg/hr dikalikan jumlah penduduk Kajarharjo sebanyak 12138  maka kebutuhan pangan local selama 1 (satu) musim  adalah 637,5 ton. Sehingga desa Kajarharjo bisa memenuhi kebutuhan pangan local bahkan sudah terjadi surplus sebanyak 717,5 ton beras / musim.

VISI  DAN  MISI

1.    Visi Gapoktan Rukun Santoso

Visi berkaitan dengan pandangan kedepan menyangkut kemana Gapoktan Rukun Santoso harus dibawa agar dapat berkarya secara konsisten, tetap eksis, antisipatif, inovatif serta produktif.

Upaya pemantapan peningkatan produksi pertanian ditingkat desa merupakan bagian integral dari pembangunan desa, oleh sebab itu visi dan misi pembangunan pemantapan peningkatan produksi pertanian Gapoktan Rukun Santoso dirumuskan dan mengacu kepada visi dan misi pembangunan pemantapan ketahanan keluarga. Adapun Visi Gapoktan Rukun Santoso dapat dirumuskan sebagai berikut:

“ Merwujudkan peningkatan produksi pertanian di tingkat rumah tangga dan desa berbasis kemandirian lokal dan berkelanjutan ”

Rumusan visi mengandung pengertian sebagai berikut:

  1. Peningkatan produksi pertanian di tingkat rumah tangga dimaksudkan sebagai terciptanya suatu kondisi ketersediaan pangan yang layak dikonsumsi dalam jumlah yang cukup pada tingkat rumah tangga, baik  dari segi mutu, beragam dan berimbang, merata, murah, aman, halal dan terjangkau oleh seluruh masyarakat.
  2. Berbasis kemandirian lokal dimaksudkan sebagai potensi pangan lokal dan potensi sumber pangan masyarakat lainnya, dikelola dengan baik oleh masyarakat setempat menjadi sumber pangan dan gizi masyarakat.
  3. Berkelanjutan dimaksudkan sebagai upaya sadar semua komponen masyarakat dalam pengelolaan sumber pangan yang ramah lingkungan, dan memberikan perlindungan dan pelestarian terhadap pangan lokal spesifik pada setiap poktan.

2.    Misi

Misi Gapoktan adalah mewujudkan keberdayaan dan kemandirian petani dalam pemantapan peningkatan produksi pertanian, mulai dari tingkat rumah tangga, desa serta mendukung peningkatan produksi pertanian nasional yang berkelanjutan, yang berbasis pada sumberdaya local.

Misi Gapoktan adalah:

  1. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam upaya mengembangkan peningkatan produksi pertanian pada tingkat rumah tangga sesuai sumberdaya dan dukungan lokal.
  2. Meningkatkan mutu pelayanan, pengkajian pengembangan dan pemantapan kebijakan yang menyangkut aspek tekhnis budidaya dan pengendalian HPT /PT, koordinasi pelayanan pembiayaan bagi petani, distribusi saprodi dan pemasaran
  3. Mengembangkan koordinasi dan hubungan yang harmonis antara lintas sektor, lintas pelaku dan lintas wilayah dalam kegiatan perencanaan, implementasi, pemantauan dan evaluasi kebijakan Gapoktan.
  4. Memfasilitasi berkembangnya usaha agribisnis yang mencakup usaha di bidang agribisnis hulu, on farm, hilir dan usaha jasa pendukungnya. 
  5. Mengembangkan diversifikasi usahatani, melalui pengembangan usahatani dengan komoditas bernilai tinggi dan pengembangan kegiatan off-farm untuk meningkatkan pendapatan dan nilai tambah;
  6. Mendorong peningkatan nilai tambah produk pertanian melalui peningkatan penanganan pasca panen, mutu, pengolahan hasil dan pemasaran dan pengembangan agroindustri di perdesaan;
  7. Membangun akses terhadap sumberdaya produktif, terutama permodalan;
  8. Melakukan pendampingan terhadap petani guna meningkatkan pemahaman dan penyerapan iptek pertanian dan pengembangan riset pertanian melalui pengembangan dan pemanfaatan teknologi tepat dan spesifik lokasi yang ramah lingkungan menggunakan PUTS (Perangkat Uji Tanah Sawah); dan
  9. Mengembangkan lembaga keuangan perdesaan melalui LKMA (LEMBAGA KEUANGAN MICRO AGRIBISNIS)dan sistem pendanaan yang layak bagi usaha pertanian, antara lain melalui pengembangan dan penguatan lembaga keuangan mikro/perdesaan dan pengembangan pola-pola  pembiayaan yang layak dan sesuai bagi usaha pertanian).

Usaha produktif  yang dilakukan meliputi budidaya dan non budidaya. Usaha budidaya yang dilakukan adalah dibidang tanaman pangan dan  Hortikultura. Sedangkan usaha non budidaya adalah Industri rumah tangga pertanian.

Dalam melakukan usaha produktif tidak lepas dari modal dan telah dilakukan dengan kegiatan simpan pinjam dengan  memperoleh modal dana Program PUAP (Pengembangan  Usaha Agribisnis Perdesaan) senilai Rp 100.000.000,- (seratus juta rupiah) yang telah didistribusikan kepada seluruh kelompok tani yang bergabung. Dana PUAP hingga sekarang telah berkembang menjadi Rp. 116.000.000,00 Dengan demikian maka fasilitasi pemanfaatan pinjaman kepada anggota benar-benar telah dipraktekkan dan hal ini juga berdampak nyata pada peningkatan pendapatan usaha gapoktan yang bisa mencapai diatas 10%. Meskipun perkembangan usahanya cukup bagus, namun upaya pemupukan modal usaha terus digalang baik melalui iuran anggota maupun upaya-upaya lain yang tidak melanggar norma. Pengaturan pemupukan modal melalui iuran dan pendistribusiannya serta pembagian hasil usahanya telah diatur dan dituangkan dalam bentuk berita acara. Penggalangan  dana anggota hingga sekarang telah terkumpul sebanyak Rp. 125.000.000,00 dan telah dimanfaatkan untuk pengembangan usaha Gapoktan.

Secara administrasi gapoktan Rukun Santoso cukup tertib dalam mengarsipkan buku-buku administrasi, keuangan dan juga  telah memiliki aturan atau norma tertulis seperti AD-ART serta kesepakatan-kesepakatan lain yang dijadikan sebagai acuan dalam menjalankan kegiatan gapoktan. Pertemuan yang dirancang dengan baik melalui pertemuan bulanan dan insidentil untuk menghidupkan gapoktan, membahas dan mengevaluasi keberhasilan dan kegagalan kegiatan yang telah dikerjakan.

Berdasarkan dari pengelolaan aspek administrasi, perencanaan kegiatan, pelaksanaan fungsi gapoktan, pengembangan usaha, dan aspek pembinaan dan pertanggung jawaban gapoktan kepada poktan sudah dilakukan dengan baik. Demikian juga pelaporan perkembangan usaha gapoktan dilaporkan oleh pengurus gapoktan kepada pengurus kelompok tani secara rutin yang dilakukan setiap satu bulanan. Oleh karena itu, sudah selayaknya gapoktan “Rukun Santoso” memperoleh Penghargaan dari Pemerintah sebagai Gapoktan Berprestasi Nasional Tahun 2012. Selamat dan semoga lebih sukses lagi.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s